Jumat, 15 Februari 2013

"Seperti" Polemik


Seperti orang tertawa yang memukul meja untuk memancing tawa orang,
seperti si bungsu yg teriak saat kalah dalam perkelahian..
Seperti pria yang menangis saat merindu kesenangan, 
seperti wanita yang terbodohi saat bertemu kebahagiaan.. 

Seperti pemikir yang terpaksa terkupas masa lalunya, 
seperti bayi yang menangis oleh sapaan dunia barunya..
Seperti pemalu yang menahan cinta dan birahinya,
seperti penghianat yang merasa bersalah atas sesalnya..

Seperti pohon yang masih bisa menikmati eloknya hutan,
seperti angin yang tak takut menembus panasnya hujan..
Seperti pecinta yang ketagihan euforia aneh dalam polemik,
dan seperti pelacur yang menjambak di momen orgasmik..


0 komentar:

Posting Komentar