Jumat, 02 Agustus 2013

Bulusaraung

Bingkisan rinai hujan berhadiah lantunan melodi rindu ditengah cekamnya sepi
Untaian mantra pembunuh sunyi terhantur pelan dari dalam nurani bumi
Laksana pelita di tengah gulita, sabdamu mencerahkan semesta di setiap incinya
Ufuk timur dan mentari paginya bertingkah seolah mati
Samar hangatmu kurasa dalam peluk berbungkus malu-malu
Atmosfer biru kuhirup dengan gugup, tak sanggup lagi tertutup oleh improvisasiku
Rasanya terbang menukik seperti pelangi, tanpa harus takut akan kelabu
Aksi sejuta romansamu meninggalkan reaksi semu merah di pipiku
Ucapmu yang berbau pinta telah terkabul olehku sebelum lisan mengutarakan maksud
Nurani berontak enggan tuk berbohong lagi, seperti lembar harapan yang berbuah absurd
Gunung Bulusaraung, 26 Mei 2013.

@Makahsara

0 komentar:

Posting Komentar