Senin, 11 Maret 2013

Judul dan isinya sama saja bodohnya

Visit penulis: Wahyu Harun

Dari sekian banyak orang yang memiliki harapan karena merasa bisa dan tahu segalanya....
pendapatku justru sebaliknya....
untuk yang kesekian kalinya kepala dan dadaku sendiri membodohi raga ini, jebakan yang tak bisa kuhindari...
Pikiranku mulai menipuku ketika aku mendengar "semoga panjang umur" untuk orang yang sedang merayakan bertambahnya usia.
padahal mereka tahu, umur takkan bisa panjang atau pendek. Allah SWT sudah menentukan takdir kita yang disebut kematian....
aku juga sering mendengar kata "semoga beruntung", "semoga tiba dengan selamat sampai tujuan", "semoga lulus" "semoga dapat pacar" "semoga sukses"....
padahal mereka yang mengucapkan itu tahu, kalau di dunia ini sama sekali tak ada yang pasti sebelum takdir penentuannya tiba.... 
dan kata-kata "semoga" "harapan" yang sifatnya sangat menjanjikan* menjadi sesuatu yang membuat saya bertanya-tanya....
What can i expect in this world ?
Why i must to do some hope ?


Namun perasaanku, yang terlalu bodoh untuk dikatakan ada oleh pikiranku, dengan perlahan tapi pasti, memperlihatkanku sebuah hal. A chance to do better than anything i've already got in the past....
entah ini bodoh atau tidak, tapi seseorang menunjukkannya, bahkan memberikannya padaku. Sebuah "kesempatan", untuk memaksa pikiran ini terisi dengan satu hal besar bahwa....
Harapan ada karena kesempatan untuk mewujudkannya juga akan selalu ada. Mematahkan pikiranku yang mengatakan bahwa seseorang hanya akan berharap jika dia benar-benar tidak bisa dan tidak tahu.....

Orang itu....
membuatku hidup kembali dengan sebuah harapan....
harapan kalau aku adalah "spesial" di matanya, apapun tingkah konyol yang kulakukan di depannya...
melawan pikiranku yang selalu membodohiku karena terlalu banyak menghadapi kenyataan.....
kesempatan untukku untuk menunjukkan padanya tentang semua yang aku rasakan padanya, dengan caraku sendiri, menjadi diri sendiri, kembali......
ketenangan dibalik ketakutan akan tidak terwujud atau terwujudnya harapan ini....
membuatku menemukan peluang dibalik masalah, bukan sebaliknya, yang selalu dilakukan oleh pikiranku......
membuatku terus menahan malu ketika seharusnya banyak hal yang bisa aku bicarakan dengannya, tapi aku hanya bisa diam dan menunggu momen yg tepat untuk bersenda gurau, jika bersamanya.....

Jujur saja, pikiranku akan selalu mengatakan bahwa tulisan ini mungkin tulisan paling memuakkan yang pernah kubuat....
namun itu tak jadi masalah, ketika aku tersadarkan, karena merasakannya sampai sekarang....

aku tak pernah mengira, sejauh ini perasaanku berhasil membuat pikiranku membuat sebuah harapan, sebuah pertanyaan....yang entah kapan akan terwujud dan terjawab.

Would u be mine ? so we can belong together, and a chance to loving each other will be always there for us to realize.

0 komentar:

Posting Komentar