Powered by Cycoblast.Artwork

http://mahaksara.blogspot.com

Powered by Cycoblast.Artwork

http://mahaksara.blogspot.com/

Powered by Cycoblast.Artwork

http://mahaksara.blogspot.com

Powered by Cycoblast.Artwork

http://mahaksara.blogspot.com/

Powered by Cycoblast.Artwork

http://mahaksara.blogspot.com/

Rabu, 11 September 2013

Emboss



Sepatu merah,
Tinggi,menyala menebarkan pukau menyulut birahi,membakar amarah
Lipstik merah,
Berani,menantang mengukir sejarah


MANIAK!

 Aku mempunyai seorang kekasih yang teramat sangat aku cintai. Tubuhnya tambun,perutnya buncit,hidungnya besar dan sangat menggemaskan.Setiap hari aku menggodanya sembari mencubit perut, hidung bahkan payudaranya yang besar layaknya wanita. Kenyal! rasanya ingin kugigiti hingga terputus dari tubuhnya.


Selasa, 27 Agustus 2013

Hacken Von Possessivum

Jika kecurigaanku mulai pudar dalam biru
jangan salahjalankan kebebasanmu
tetap bersamaku
sejajari aku, bakar kembali cemasku!

jika mataku lelah dalam tiap lirikanmu
lelapkan mereka, berempat dengan matamu
lupakan mata-mata lain yang tak penting
seperti fokus para pecandu kala melinting

jika tanganku mulai lembab berkeringat
seingatku, kau tak pernah jijik menggenggam erat
bahkan aku masih ingat rasa saat ketiakku kau jilat
geli, mesra, namun atas itu semua, kita belum "bejat"

jika janji bukan lagi kau dan aku dalam aku
coba kembarsiamkan jasadku dalam dekapmu
putar kembali simfoni janji tentang rindu
dan lalu, kekallah seperti itu.. kekasih.

Jumat, 02 Agustus 2013

Kepala-kepala beda

Hari ke-enam belas di bulan keenam di tahun ke tiga ribu enambelas dikurang tiga tahun!

                Entah ini sebuah paradox atau ironi, aku tak pernah mengerti akan kelabilan manusia yang bertingkah layaknya zombie, pemakan otak manusia dan mempertuhankan pendapat-pendapat manusia yang dianggap patut dan layak untuk ditiru *seperti ini*

Bulusaraung

Bingkisan rinai hujan berhadiah lantunan melodi rindu ditengah cekamnya sepi
Untaian mantra pembunuh sunyi terhantur pelan dari dalam nurani bumi
Laksana pelita di tengah gulita, sabdamu mencerahkan semesta di setiap incinya
Ufuk timur dan mentari paginya bertingkah seolah mati
Samar hangatmu kurasa dalam peluk berbungkus malu-malu
Atmosfer biru kuhirup dengan gugup, tak sanggup lagi tertutup oleh improvisasiku
Rasanya terbang menukik seperti pelangi, tanpa harus takut akan kelabu
Aksi sejuta romansamu meninggalkan reaksi semu merah di pipiku
Ucapmu yang berbau pinta telah terkabul olehku sebelum lisan mengutarakan maksud
Nurani berontak enggan tuk berbohong lagi, seperti lembar harapan yang berbuah absurd
Gunung Bulusaraung, 26 Mei 2013.

@Makahsara

Selasa, 02 Juli 2013

Doa tuhan pada Tuhan

Ya Tuhan!
Tunjukkan manifestasi eksistensimu
hapuslah nama-nama mereka di daftar doa belum terkabul-Mu
mereka yang terlalu banyak meminta, mereka yang lupa kata usaha
hancurkan tendensi mereka yang masih menuhankan tuhan-tuhan macam aku.

Ya Tuhan!
Jika engkau memang ada,
buka tabir-tabir gelap para wayang yang berlakon sok suci di panggung teatrikal duniawi,
rubahlah naskah drama miris tragis menjadi realita manis romantis.

Ya Tuhan!
Kembalikan wujud teman-teman kami..
ada yang menjadi etalase baju, tas, dan sepatu,
ada yang bersaing tinggi dengan pencakar langit,
ada juga yang menjadi beberapa artis hollywood pada suatu subuh.

Ya Tuhan!
Tunjukkanlah sosok asli tuhan-tuhan yang membuat kami saling berselisih,
saling menumpahkan darah, nanah, dan air mata.
Saling cela, hingga tanpa sadar menjadi indikator duplikasi tuhan yang kian banyak.

Ya Tuhan!
Sampaikan doa ini  pada mereka, tiuplah dunia, percepat waktu,
atau jika perlu perdekat jarak matahari lalu keringkan samudra.
Ah.. tapi menurutku ini terlalu drama.
Lakukan saja apa yang menurutmu pantas lah.. Jangan sampai kau ikut-ikutan main drama.
Amin

Sabtu, 15 Juni 2013

Asap, Lentera (kamu), dan Jarak..

                Asap cerutu yang sedaritadi kusulut kembali membiaskan sinar lentera kuning, bayangan bulu merpati di penaku selalu mengingatkanku pada bulu matamu yang melengkung cekung seperti ombak di musim kering.. lalu.
Aku bersandar di dipan depan rumah baruku, rumah yang lebih layak disebut pondok. Buruk dan menyedihkan, hanya ada tiga cahaya penerang di sini, pun tak secerah cahaya tempatku berpijak dua hari lalu. Lentera kuning lambang kekalahan dikala sendiri dan mungkin akan sedikit romantis jika berdua, tentunya berdua denganmu.
                Tiga cahaya kekalahan ini seolah menyudutkanku dalam benderang, memaksaku menulis picisan-picisan yang mengubah siklus tidurku dan berhasil melukis lingkaran hitam di kedua sudut mataku. Itu terlihat semakin serasi dengan raut wajah cekungku, seperti kembali melonggarkan kulit tubuhku yang pernah sempit dua hari lalu..
Dan lagi… kekecewaanku bertambah setelah reaksi-reaksi itu hanya bermanifestasi sobekan kertas-kertas yang batal kukirim padamu.
                Aku merasa senasib dengan kertas yang telah kusobek, dan terkapar di dalam bak sampah, aku lumpuh tak berdaya dalam genggaman birokrasi berkedok famili. Ah ! anjing ! *tanpa sensor*
Layaknya seorang pendosa, mereka mengasingkanku di sini, di pondok buruk beratapkan derita, berdinding rindu, dan beralaskan lara. Hidupku berubah 190,1˚ di sini! Tak ada candaan lepas dari sahabat-sahabatku. Aku rindu melakukan kegiatan menggilir bibir cangkir kopi bersama mereka. Aku merindukan bentuk-bentuk kepala mereka dan isinya yang terkadang tak sejalan denganku. Namun, tak jarang aku menyamakan arah walau kadang terpaksa.
                Untuk sekian kalinya aku menghisap cerutu di bawah lentera kuning, sakitku perlahan terhenti seiring hembusan asap, namun kembali lara datang seirama dengan tarikan napas. Kali ini aku semakin terdampar, setelah menyadari makna sebuah jarak dan kamu.
Aku tergilas milyaran jarak dari kebahagiaanku!

Asap, Lentera (kamu), dan Jarak..


                Tulisan ini didedikasikan untuk sahabat, si penggilir bibir cangkir kopi yang cintanya dipermainkan oleh jarak dan suara hatinya dibungkam oleh mesin-mesin perata gunung penggerus bumi.

                                                                                                                 - Balai Bambu, Bohlam Kuning
                                                                                                                                Juni, 15/13



Senin, 10 Juni 2013

Testimoni...(Rumah Pohon)

                Kelak, aku dan kamu duduk berdua di beranda rumah pohon yang cukup lama kita rencanakan. Kala itu, kita sudah berumur, kita merefleksi kenangan-kenangan indah kala rambutku masih hitam, sebenarnya aku ingin menyertakan rambutmu, namun, kamu terlahir beruban duluan. Tapi aku menikmati, kupikir… rambut semrawut hitam putihmu yang pun kurawat tiap hari, aroma khasnya tetap sebiasa dulu, hanya saja kala mengingat itu, rambutmu didominasi putih dan butuh perawatan lebih.


                Banyak yang lucu dari serabut kepala besarmu itu. Kuingat lagi candaku yang kukutip dari iklan shampoo favoritku “aku udah ketemu jodoh rambut, jodoh hidup belum”… dan lalu, mimik datarmu mulai pudar dalam tawa kita, tak lebih sedetik setelah kupukul mesra dahimu. Ah, tapi itu bukan iklan favoritku lagi. Kini jodoh rambutku telah pergi dan meninggalkan bercak-bercak putih di kepalaku, dan jodoh hidupku (kamu) telah kutemukan...


                Malam ini, kita bercerita tentang awal pertemuan kita, selagi anak-anak kita sibuk mengeja mimpi, kuraih lalu kugenggam jemarimu yang mulai bergetar, engkau mulai cerita..
Cara penyajianmu masih seperti dulu, kau selalu bercerita lewat cara historical. Mulai dari hal-hal kecil yang kebanyakan intermezzo yang semakin menunjukkan ketakutanmu akan lethologica, dan tiap-tiap kalimat krusialmu yang selalu kau akhiri dengan tawa nervousmu.

Testimoni...(Rumah Pohon)


                Lagi, malam ini kau kembali bernostalgia, tentang pertama kali kau mengerti semiotika rasaku, tentang euphoria pertama yang menahanmu berhari-hari di kamarku, tentang pertanyaan-pertanyaanmu dari tiap-tiap cerita laluku, tentang kita, dan tak luput cerita tentang pengalaman vulgarmu dengan bekas pacarmu.

                Walau dengan sedikit sungkawa dan rasa cemburu, namun semuanya bisa kita lewati. Mungkin karena biasa, sehingga kita menganggap itu hanya tanda koma yang mengajak kita berhenti sejenak untuk merefleksi. Seberapa kuat rasa saling memahami kita ? dan sekedar mengingatkan, kau begitu berharga.

                Kita telah berjuang keras menaklukkan berbagai koma, ada yang akrab seperti “halo”, dan ada juga yang berbuah penyesalan berwarna ungu tua..
merdeka, di sini tidak akan ada lagi terror-terror bekas pacar psikopatku yang tempo hari membatasi demokratisnya cinta kita. Kita hanya tinggal mendaki koma-koma terjal yang membentuk jalur untuk titik di puncak sana, atau menunggu koma terakhir datang bersama waktu yang kemudian akan menghantarkan jiwaku kurang dari satu detik sebelum jiwamu dituntun ke tujuan yang sama denganku, ke puncak titik Nirwana.

                Namun sebelumnya, aku ingin mendidik anak-anak kita agar kelak, ia tidak mengalami fiasko, seperti aku sebelum mengenalmu. Anak yang mampu memahami bahwa hidup itu flip-flop, gelap tidak akan selamanya gelap, tetap pragmatis tak usah histeris.
anak-anak yang bibirnya terus melafalkan syair-syair Tuhan yang tiada jeda, mengiringi kita meniti Nirwana.


Setidaknya, sebelum mencapai titik koma yang terakhir, aku ingin menimang cucu bersamamu…


Selasa, 21 Mei 2013

Suri Luci


Suasana menjadi dingin dan sunyi
Suara-suara bising tak terbalas lagi.
Maskulin tampangku tak bernilai disini;
Kakek nenekku kenapa cuek sekali ?

Dari atas sini aku melihat aku membiru; 
Sisa-sisa darah, memberi rona di hidung dan telingaku.
Tak pernah aku tertidur dikelilingi banyak orang; 
Ada juga yang sibuk mengacak lemariku memilah barang..

Adaptasi begitu panjang di wisata alfa ini; 
Ada yang sepertiy tikus, merpati, dan babi..
Langkahku yang terasa begitu berat tiba-tiba berhenti..
Suasana tanah yang keras tiba-tiba melunak mengisap kaki..
Aneh, hanya aku saja yang tenggelam

Titik air mata ibuku menetes tepat di mataku yang hampir kelam..
Aku ingat sekali hipnogogiaku diramaikan tangis 4 orang..
Bangkitku; mereka kalang kabut seolah disapa tuhan..
Angkuh; kukabarkan semua mimpi nyataku, kuselipkan sedikit hiperbola setan.. haha

@AntologiLuci

Malamku, malam mereka, malam anak-anakku


4 lembar kemerahan harus kupacu, 
braku masih longgar; 
belum cukup untuk susu si bungsu, 
belum lagi si sulung yg sdh 2 hari gemetar.

Pewarna kimiawi ini hanya membuat wajah ayuku semakin merah; 
aku masih bertanya-tanya, 
paradigma macam apa yg dimiliki pria ?

Ribuan suara menghujam lelah berdiriku di pinggir trotoar;
 ada yang beretorika, ada juga yang berkoar.
Sesekali sela-sela dadaku diselipkan lembaran biru; 
kutabur senyum palsu, 
tangannya di dadaku mendingin menahan nafsu.

Tak lama, mataku sedikit kabur, 
kadar alkohol rendah ternyata bawa efek blur; 
aku terbangun duduk topless dalam pangkuan mas bur.

Bohlam berbias kuning kamar berlabel "burung" memaksaku merenung; 
jutaan duri sesal tak henti menikam tepat di tengah punggung.

Menatap avaku saat kau sedang merindu... Mengintip TLku saat kau sedang cemburu...

Menatap avaku saat kau sedang merindu...
Mengintip TLku saat kau sedang cemburu...

Jumat, 26 April 2013

Mencari Anunya


Tertatih lirih rasanya jasad liar ini
Menanti, mencari rasa, yang harapnya suci
Seperti penari sakau hilang percaya diri
Habisi panggung merah, lalu menggigil sunyi

Aku rindu berat pada seseorang yang sudah biasa
Aku jatuh pada benci yang senang melihat damai
Aku mabuk oleh anggur merah muda yang bertopeng bisa
Aku pura-pura bodoh di jalur kiri yang mulai ramai

Rasanya ingin sekali berkunjung ke tempatmu
Tempat yang kukenal samar-samar agak semu
Disana kau yang akan jadi ratu, aku tetap tamu
Dimana kau ratu, aku raja, dan aku masih tamu

Kita adalah dosa, yang membuat aku dan kamu lupa dosa
Kita adalah janji yang tak sempat terucap tak terealisasi
Kita adalah realitas yang tersangkut di dunia konseptual
Kita adalah temu yang bertemu sebelum jadi janji

Cepat datang dan mari bercinta.. - @anumuh on twitter

Image Source: http://farm9.staticflickr.com/8475/8126223964_1df8df2661_z.jpg

Kamis, 21 Maret 2013

Kiat meningkatkan minat baca untuk semua



Membaca adalah kegiatan yang membosankan dan kadang menghantarkan kantuk, tapi kadang terjadi kebosanan jika tidak membaca seharian. Sebenarnya, membaca tidak semembosankan yang dibayangkan jika minat baca sudah mendominasi dan bisa menutupi rasa bosan. Mungkin awalnya memang sangat mudah terserang rasa bosan jika isi buku yang dibaca tidak terlalu menarik.

Tapi fenomena yang mainstream, kadang terjadi rasa bosan membaca ketika baru membaca bagian-bagian awal bacaan, namun belum juga menemukan topik yang menarik, dan tidak ada minat untuk melanjutkan bacaan. Nah sebenarnya, kebiasaan ini sangat mudah dihilangkan, jika tidak menemukan topik menarik di awal bacaan, ya kenapa tidak dilanjutkan sampai pertengahan, siapa tahu ada yang menarik ditengah bacaan tersebut, kan kalau ada, bisa dilanjutkan sampai tamat, kalaupun tidak ada, setidaknya ada pengetahuan baru yang bisa didapatkan lewat bacaan apapun. :D

Jika fenomena di atas masih terjadi, saya menyarankan (saran ya, saran) tips-tips berikut:
  • Bergaul dengan kaum akademis (walaupun sebenarnya tidak akademis), guna meningkatkan minat baca, karena berdasar pengalaman saya, mereka pasti hobi membaca dan mendapatkan banyak pengetahuan dari bacaan, secara tidak langsung, dengan melihat kebiasaan-kebiasaan mereka, dan kadang juga mendengarkan suara-suara sumbang mereka, kita akan merasa rendah, apalagi sebelumnya tidak pernah membaca.. Nah itulah yang biasanya menjadi motivasi untuk membaca.
  • Jika minat baca sudah ada, ya kembangkan! mulailah dengan membaca artikel-artikel atau bacaan ringan dan menurut anda menarik. 
  • Jangan terlalu "rakus" dalam membaca, tamatkan bacaan-bacaan satu per satu, jangan sampai belum selesai satu sudah baca yang lain lagi. Karena kebiasaan "rakus" tersebut kadang membuat membaca jadi absurd, dan sulit mengingat apa yang anda dapatkan dari bacaan tersebut dan bercampur-campur seperti abstrak.
  • Catat hal-hal penting yang didapatkan dari bacaan (biar bisa direview kembali kapan-kapan dibutuhkan).
  • Jika sudah melakukan hal-hal tertulis di atas, biasakanlah menulis, mulailah dari tulisan ringan, jangan langsung bikin buku *kecuali yakin kalau sudah pantas bikin buku sendiri*. hehe
Sekian tips-tips yang mungkin akan segera mendapat komen-komen aneh dari teman-teman atau siapaun, karena ini hanya berdasar pengalaman bro. :D

Kalau-kalau ada kritik dan saran, langsung kirim ke cycoblast@gmail.com ya'.

Adapun tambahan penggalan lirik Efek Rumah Kaca dalam karyanya "Jangan Bakar Buku" yang menuliskan "Karena setiap lembarnya mengalir berjuta cahaya, karena setiap aksara membuka jendela dunia."

Senin, 18 Maret 2013

Zombie - Zombie Kecil I

Kamar remang-remang ukuran sedang
Terkapar lemah dua jasad telanjang
Seusai menikmati lilin-lilin aromatherapy
Adaptasi panas ganti pahit jadi birahi

Sementara di balik jendela terbit sengat
Dalam sebuah ruang gerak roda empat
Menggerak geserkan jari di atas "maya" kotak
Sebagian sibuk berfantasi jadi ratu sejagat

Sementara si sapi sedang asik bermain torsi
Tanpa menyadari diri sembari tereksploitasi
Padahal sudah sulit-sulitnya menafikkan penat
Ah! yakin saja sisi lainnya pecah menghujat

Sudah..sudah, jangan terlalu memaksa fokus
Tepikan mereka, zombie-zombie kecil haus
Yang otaknya termutasi oleh kotak-kotak gabus
Apresiasi saja kehausan mereka dengan modus.

Mari bersenang-senang! :*

follow @anumuh on twitter

Kamis, 14 Maret 2013

Finished artwork for "Caterpillar 2011" from Faculty of Letters, Hasanuddin Univesity

Its Not Who You Are Underneath But What You Do That Defines You!

Rabu, 13 Maret 2013

Donor Darah "One Blood for One Life" PERISAI FS-UH




Divisi Kesejahteraan dan Umum PERISAI FS-UH bekerjasama dengan Panitia the 32nd Anniversary of PERISAI FS-UH dan didukung oleh Korps Sukarela PMI Makassar menyelenggarakan kegiatan donor darah dengan tema “One Blood for One Life” pada hari Rabu, 13 Maret 2013, pukul 10.00 – 13.00 WITA. Kegiatan donor darah yang diikuti oleh para mahasiswa ini adalah kegiatan yang menjadi Program Kerja tahunan Divisi Kesejahteraan dan Umum PERISAI FS-UH yang dirangkaikan dengan kegiatan “pra-anniversary” Panitia the 32nd Anniversary of PERISAI FS-UH. Kegiatan donor darah ini berhasil mengumpulkan 21 unit kantong darah yang masing-masing berisi 350 cc. Selain bertujuan untuk menumbuhkan jiwa sosial dengan membantu sesama, kebiasaan mendonorkan darah dapat memberikan manfaat positif bagi kesehatan tubuh. Unit kantong darah yang berhasil dikumpulkan nantinya akan disalurkan oleh PMI Makassar kepada mereka yang membutuhkan.



 






Atau visit situs Official PERISAI FS-UH: PERISAI

Senin, 11 Maret 2013

Judul dan isinya sama saja bodohnya

Visit penulis: Wahyu Harun

Dari sekian banyak orang yang memiliki harapan karena merasa bisa dan tahu segalanya....
pendapatku justru sebaliknya....
untuk yang kesekian kalinya kepala dan dadaku sendiri membodohi raga ini, jebakan yang tak bisa kuhindari...
Pikiranku mulai menipuku ketika aku mendengar "semoga panjang umur" untuk orang yang sedang merayakan bertambahnya usia.
padahal mereka tahu, umur takkan bisa panjang atau pendek. Allah SWT sudah menentukan takdir kita yang disebut kematian....
aku juga sering mendengar kata "semoga beruntung", "semoga tiba dengan selamat sampai tujuan", "semoga lulus" "semoga dapat pacar" "semoga sukses"....
padahal mereka yang mengucapkan itu tahu, kalau di dunia ini sama sekali tak ada yang pasti sebelum takdir penentuannya tiba.... 
dan kata-kata "semoga" "harapan" yang sifatnya sangat menjanjikan* menjadi sesuatu yang membuat saya bertanya-tanya....
What can i expect in this world ?
Why i must to do some hope ?


Namun perasaanku, yang terlalu bodoh untuk dikatakan ada oleh pikiranku, dengan perlahan tapi pasti, memperlihatkanku sebuah hal. A chance to do better than anything i've already got in the past....
entah ini bodoh atau tidak, tapi seseorang menunjukkannya, bahkan memberikannya padaku. Sebuah "kesempatan", untuk memaksa pikiran ini terisi dengan satu hal besar bahwa....
Harapan ada karena kesempatan untuk mewujudkannya juga akan selalu ada. Mematahkan pikiranku yang mengatakan bahwa seseorang hanya akan berharap jika dia benar-benar tidak bisa dan tidak tahu.....

Orang itu....
membuatku hidup kembali dengan sebuah harapan....
harapan kalau aku adalah "spesial" di matanya, apapun tingkah konyol yang kulakukan di depannya...
melawan pikiranku yang selalu membodohiku karena terlalu banyak menghadapi kenyataan.....
kesempatan untukku untuk menunjukkan padanya tentang semua yang aku rasakan padanya, dengan caraku sendiri, menjadi diri sendiri, kembali......
ketenangan dibalik ketakutan akan tidak terwujud atau terwujudnya harapan ini....
membuatku menemukan peluang dibalik masalah, bukan sebaliknya, yang selalu dilakukan oleh pikiranku......
membuatku terus menahan malu ketika seharusnya banyak hal yang bisa aku bicarakan dengannya, tapi aku hanya bisa diam dan menunggu momen yg tepat untuk bersenda gurau, jika bersamanya.....

Jujur saja, pikiranku akan selalu mengatakan bahwa tulisan ini mungkin tulisan paling memuakkan yang pernah kubuat....
namun itu tak jadi masalah, ketika aku tersadarkan, karena merasakannya sampai sekarang....

aku tak pernah mengira, sejauh ini perasaanku berhasil membuat pikiranku membuat sebuah harapan, sebuah pertanyaan....yang entah kapan akan terwujud dan terjawab.

Would u be mine ? so we can belong together, and a chance to loving each other will be always there for us to realize.

Jumat, 15 Februari 2013

"Seperti" Polemik


Seperti orang tertawa yang memukul meja untuk memancing tawa orang,
seperti si bungsu yg teriak saat kalah dalam perkelahian..
Seperti pria yang menangis saat merindu kesenangan, 
seperti wanita yang terbodohi saat bertemu kebahagiaan.. 

Seperti pemikir yang terpaksa terkupas masa lalunya, 
seperti bayi yang menangis oleh sapaan dunia barunya..
Seperti pemalu yang menahan cinta dan birahinya,
seperti penghianat yang merasa bersalah atas sesalnya..

Seperti pohon yang masih bisa menikmati eloknya hutan,
seperti angin yang tak takut menembus panasnya hujan..
Seperti pecinta yang ketagihan euforia aneh dalam polemik,
dan seperti pelacur yang menjambak di momen orgasmik..

Kamis, 14 Februari 2013

JENIS DAN MACAM-MACAM MAJAS

JENIS DAN MACAM-MACAM MAJAS
Secara garis besar majas dapat dibedakan menjadi empat kelompok, jenis macam-macam majas dan contoh majas terlengkap mempunyai banyak turunan dan kategori dalam majas itu sangat banyak dibawah ini akan dibahas secara jelas.

Majas terdiri atas:
  1. Majas Perbandingan;
  2. Majas Pertentangan;
  3. Majas Sindiran;
  4. Majas Penegasan.
Ke empat macam-macam majas diatas masih dibagi dalam beberapa bagian majas, atau biasa disebut turunan dari majas tersebut, dibawah ini detailnya.

A. Majas Perbandingan

1. Personifikasi
2. Metafora
3. Eufimisme
4. Sinekdoke
5. Alegori
6. Hiperbola
7. Simbolik
8. Litotes
9. Alusio
10.Asosiasi
11.Derifrasi
12.Metonomia
13.Antonomasia
14.Tropen
15.Parabel
16.Alusio

B. Majas Pertentangan

1. Antitesis
2. Paradoks
3. Okupsi
4. Kontradiksi
5. Anakronisme
6. Internimis

C. Majas Penegasan

1. Pleonasme
2. Repetisi
3. Pararelisme
4. Tautologi
5. Simentri
6. Enumerasia
7. Klimaks
8. Anti klimaks
9. Retorik
10.Koreksio
11.Asidenton
12.Paksidenton
13.Eksklamasio
14.Preterito
15.Interupsi
16.Inversi
17.Elipsis

D. Majas Sindiran
1. Ironi
2. Sinisme
3. Sarkasme

Lengkap bukan, ulasan tentang jenis dan macam-macam majas yang ada. Kita lanjut pada pembahasan selajutnya yang akan diterangkan dibawah ini.

Macam-Macam Majas Beserta Definisi dan Contohnya

Setelah diatas tadi kita ulas tentang jenis dan macam-macam majas yang ada. Dibawah ini akan dijelaskan lengkap bagaimana pengertian dari majas tersebut beserta itu juga kami berikan contohnya, ini info-asik ambil sampelnya dari wikipedia.

A. Majas Perbandingan
Majas Perbandingan ialah kata-kata berkias yang menyatakan perbandingan untuk meningkatkan kesan dan pengaruhnya terhadap pendengar atau pembaca”. Ditinjau dari cara pengambilan perbandingannya, Majas Perbandingan dibagi menjadi:

1) Asosiasi atau Perumpamaan
Majas asosiasi atau perumpamaan adalah perbandingan dua hal yang pada hakikatnya berbeda, tetapi sengaja dianggap sama. Majas ini ditandai oleh penggunaan kata bagai, bagaikan, seumpama, seperti, dan laksana.

Contoh :
  • Semangatnya keras bagaikan baja.
  • Mukanya pucat bagai mayat.
  • Wajahnya kuning bersinar bagai bulan purnama
2) Metafora
Metafora adalah majas yang mengungkapkan ungkapan secara langsung berupa perbandingan analogis.

Me·ta·fo·ra /métafora/ : Pemakaian kata atau kelompok kata bukan dengan arti yang sebenarnya, melainkan sebagai lukisan yang berdasarkan persamaan atau perbandingan, misalnya tulang punggung dalam kalimat pemuda adalah tulang punggung negara.

Contoh:
  • Engkau belahan jantung hatiku sayangku. (sangat penting)
  • Raja siang keluar dari ufuk timur
  • Jonathan adalah bintang kelas dunia.
  • Harta karunku (sangat berharga)
  • Dia dianggap anak emas majikannya.
  • Perpustakaan adalah gudang ilmu.
3) Personifikasi
Personifikasi adalah majas yang membandingkan benda-benda tak bernyawa seolah-olah mempunyai sifat seperti manusia.

Contoh:
  • Badai mengamuk dan merobohkan rumah penduduk.
  • Ombak berkejar-kejaran ke tepi pantai.
  • Peluit wasit menjerit panjang menandai akhir dari pertandingan tersebut.
4) Alegori
Alegori adalah Menyatakan dengan cara lain, melalui kiasan atau penggambaran.
Alegori: majas perbandingan yang bertautan satu dan yang lainnya dalam kesatuan yang utuh.
Contoh: Suami sebagai nahkoda, Istri sebagai juru mudi
Alegori biasanya berbentuk cerita yang penuh dengan simbol-simbol bermuatan moral.

Contoh:
Perjalanan hidup manusia seperti sungai yang mengalir menyusuri tebing-tebing, yang kadang-kadang sulit ditebak kedalamannya, yang rela menerima segala sampah, dan yang pada akhirnya berhenti ketika bertemu dengan laut.

5) Simbolik
Simbolik adalah majas yang melukiskan sesuatu dengan
mempergunakan benda, binatang, atau tumbuhan sebagai simbol atau lambang.

Contoh:
  • Ia terkenal sebagai buaya darat.
  • Rumah itu hangus dilalap si jago merah.
  • Bunglon, lambang orang yang tak berpendirian
  • Melati, lambang kesucian
  • Teratai, lambang pengabdian
6) Metonimia
Metonimia adalah majas yang menggunakan ciri atau lebel dari sebuah benda untuk menggantikan benda tersebut.Pengungkapan tersebut berupa penggunaan nama untuk benda lain yang menjadi merek, ciri khas, atau atribut.

Contoh:
  • Di kantongnya selalu terselib gudang garam. (maksudnya rokok gudang garam)
  • Setiap pagi Ayah selalu menghirup kapal api. (maksudnya kopi kapal api)
  • Ayah pulang dari luar negeri naik garuda (maksudnya pesawat)
7) Sinekdok
Sinekdok adalah majas yang menyebutkan bagian untuk menggantikan benda secara keseluruhan atau sebaliknya. Majas sinekdokhe terdiri atas dua bentuk berikut.
a) Pars pro toto, yaitu menyebutkan sebagian untuk keseluruhan.
    Contoh:
(a) Hingga detik ini ia belum kelihatan batang hidungnya.
(b) Per kepala mendapat Rp. 300.000.
b) Totem pro parte, yaitu menyebutkan keseluruhan untuk sebagian.
    Contoh:
(a) Dalam pertandingan final bulu tangkis Rt.03 melawan Rt. 07.
(b) Indonesia akan memilih idolanya malam nanti.

8. Simile:
Pengungkapan dengan perbandingan eksplisit yang dinyatakan dengan kata depan dan penghubung, seperti layaknya, bagaikan, " umpama", "ibarat","bak", bagai".

Contoh: 
Kau umpama air aku bagai minyaknya, bagaikan Qais dan Laila yang dimabuk cinta berkorban apa saja.

B. Majas Pertentangan 
Majas Pertentangan adalah “Kata-kata berkias yang menyatakan pertentangan dengan yang dimaksudkan sebenarnya oleh pembicara atau penulis dengan maksud untuk memperhebat atau meningkatkan kesan dan pengaruhnya kepada pembaca atau pendengar”. Macam-macam Majas Pertentangan dibedakan menjadi berikut.

1) Antitesis
Antitesis adalah majas yang mempergunakan pasangan kata yang berlawanan artinya.

Contoh:
a) Tua muda, besar kecil, ikut meramaikan festival itu.
b) Miskin kaya, cantik buruk sama saja di mata Tuhan.

2) Paradoks
Paradoks adalah majas yang mengandung pertentangan antara pernyataan dan fakta yang ada.

Contoh;
a) Aku merasa sendirian di tengah kota Jakarta yang ramai ini.
b) Hatiku merintih di tengah hingar bingar pesta yang sedang berlangsung ini.

3) Hiperbola
Majas hiperbola adalah majas yang berupa pernyataan berlebihan dari kenyataannya dengan maksud memberikan kesan mendalam atau meminta perhatian.

Contoh:
a) Suaranya menggelegar membelah angkasa.
b) Tubuhnya tinggal kulit pembalut tulang.

4) Litotes
Litotes adalah majas yang menyatakan sesuatu dengan cara yang berlawanan dari kenyataannya dengan mengecilkan atau menguranginya. Tujuannya untuk merendahkan diri.

Contoh:
a) Makanlah seadanya hanya dengan nasi dan air putih saja.
b) Mengapa kamu bertanya pada orang yang bodoh seperti saya
ini?

C. Majas Penegasan
Majas Perbandingan ialah kata-kata berkias yang menyatakan penegasan untuk meningkatkan kesan dan pengaruhnya terhadap pendengar atau pembaca”.Majas penegasan terdiri atas tujuh bentuk berikut.

1) Pleonasme
Pleonasme adalah majas yang menggunakan kata-kata secara berlebihan dengan maksud menegaskan arti suatu kata.

Contoh:
a) Semua siswa yang di atas agar segera turun ke bawah.
b) Mereka mendongak ke atas menyaksikan pertunjukan pesawat tempur.

2) Repetisi
Repetisi adalah majas perulangan kata-kata sebagai penegasan.

Contoh:
a) Dialah yang kutunggu, dialah yang kunanti, dialah yang kuharap.
b) Marilah kita sambut pahlawan kita, marilah kita sambut idola kita, marilah kita sambut putra bangsa.

3) Paralelisme
Paralelisme adalah majas perulangan yang biasanya ada di dalam puisi.

Contoh:
Cinta adalah pengertian
Cinta adalah kesetiaan
Cinta adalah rela berkorban

4) Tautologi
Tautologi adalah majas penegasan dengan mengulang beberapa kali sebuah kata dalam sebuah kalimat dengan maksud menegaskan. Kadang pengulangan itu menggunakan kata bersinonim.

Contoh:
a) Bukan, bukan, bukan itu maksudku. Aku hanya ingin bertukar pikiran saja.
b) Seharusnya sebagai sahabat kita hidup rukun, akur, dan bersaudara.

5) Klimaks
Klimaks adalah majas yang menyatakan beberapa hal berturutturut dan makin lama makin meningkat.

Contoh:
a) Semua orang dari anak-anak, remaja, hingga orang tua ikut antri minyak.
b) Ketua Rt, Rw, kepala desa, gubernur, bahkan presiden sekalipun tak berhak mencampuri urusan pribadi seseorang.

6) Antiklimaks
Antiklimaks adalah majas yang menyatakan beberapa hal berturutturut yang makin lama menurun.
a) Kepala sekolah, guru, dan siswa juga hadir dalam acara syukuran itu.
b) Di kota dan desa hingga pelosok kampung semua orang merayakan HUT RI ke -62.

7) Retorik
Retorik adalah majas yang berupa kalimat tanya namun tak memerlukan jawaban. Tujuannya memberikan penegasan, sindiran, atau menggugah.

Contoh:
a) Kata siapa cita-cita bisa didapat cukup dengan sekolah formal saja?
b) Apakah ini orang yang selama ini kamu bangga-banggakan ?
d. Majas Pertentangan

D. Majas Sindiran
Majas Perbandingan ialah kata-kata berkias yang menyatakan sindiran untuk meningkatkan kesan dan pengaruhnya terhadap pendengar atau pembaca”. Majas sindirian dibagi menjadi:

1) Ironi
Ironi adalah majas yang menyatakan hal yang bertentangan denganmaksud menyindir.

Contoh:
a) Ini baru siswa teladan, setiap hari pulang malam.
b) Bagus sekali tulisanmu sampai tidak dapat dibaca.

2) Sinisme
Sinisme adalah majas yang menyatakan sindiran secara langsung.

Contoh :
a) Perkataanmu tadi sangat menyebalkan, tidak pantas diucapkan oleh orang terpelajar sepertimu.
b) Lama-lama aku bisa jadi gila melihat tingkah lakumu itu.

3) Sarkasme
Sarkasme adalah majas sindiran yang paling kasar. Majas ini biasanya diucapkan oleh orang yang sedang marah.

Contoh:
a) Mau muntah aku melihat wajahmu, pergi kamu!
b) Dasar kerbau dungu, kerja begini saja tidak becus!

Memang dari macam-macam majas dan contoh majas terlengkap tidak semuanya kami bahas menurut turunan yang ada. Akan tetapi karena terbatasnya ruang dan tempat, maka kami ambil macam-macam majas yang menurut kami penting buat anda dan menjadikan majas diatas sebagai referensi atau sampel tugas sekolah anda.


Sumber Artikel Dari : Info Asik

Rabu, 13 Februari 2013

Amateur Digital Photo Painting




gambar ini saya sebut saja "amateur digital photo painting", saya masih butuh banyak kritikan pedas dan tajam, agar suatu saat bisa jadi pujian dan ujian terhadap kesombongan yang pasti saya miliki...