Selasa, 21 Mei 2013

Suri Luci


Suasana menjadi dingin dan sunyi
Suara-suara bising tak terbalas lagi.
Maskulin tampangku tak bernilai disini;
Kakek nenekku kenapa cuek sekali ?

Dari atas sini aku melihat aku membiru; 
Sisa-sisa darah, memberi rona di hidung dan telingaku.
Tak pernah aku tertidur dikelilingi banyak orang; 
Ada juga yang sibuk mengacak lemariku memilah barang..

Adaptasi begitu panjang di wisata alfa ini; 
Ada yang sepertiy tikus, merpati, dan babi..
Langkahku yang terasa begitu berat tiba-tiba berhenti..
Suasana tanah yang keras tiba-tiba melunak mengisap kaki..
Aneh, hanya aku saja yang tenggelam

Titik air mata ibuku menetes tepat di mataku yang hampir kelam..
Aku ingat sekali hipnogogiaku diramaikan tangis 4 orang..
Bangkitku; mereka kalang kabut seolah disapa tuhan..
Angkuh; kukabarkan semua mimpi nyataku, kuselipkan sedikit hiperbola setan.. haha

@AntologiLuci

0 komentar:

Posting Komentar